Mengintip Film Layar Lebar Kontroversial Versi First Media

Dalam dunia perfilman layar lebar ada yang menatakan ‘tidak ada publisitas yang buruk’. Semua hal dan orang-orang yang terlibat dalam pembuatan film benar-benar melakukan tugasnya dengan telaten. Namun, tak dapat dipungkiri ada saja yang menimbulkan kontroversi. Seperti keenam film layar lebar kontroversial versi First Media berikut ini.

Kontroversi menimbulkan pro dan kontra yang memanas ditengah masyarakat. Faktanya, produser dan perusahaan pembuat film justru mendulang uang karena kontroversi film yang digarapnya.

Baca juga : 5 Tips Penting Memulai Bisnis Secara Online

6 Film Layar Lebal Kontroversial Menurut First Media

Tentu banyak dari Anda yang bertanya-tanya apa saja film layar lebar yang kontroversi sepanjang sejarah. Alur cerita film-film dibawah ini juga berhasil menggugah sisi emosional para penonton.

1. The Birth of a Nation (1915)

Film kontroversial pertama yang lahir berjudul The Birth of Nation. Mengisahkan sistem propaganda rasis masa lalu yang terjadi di Amerika Serikat. Dalam film ini menggambarkan sejarah perjuangan ras dan menilai perbedaan ras seharusnya dimaklumi.

Bahkan terdapat beberapa kejadian yang menceritakan kekejian terhadap ras minoritas. Pertama kali dirilis tahun 1915 sudah menimbulkan kontroversi. Hingga akhirnya terjadilah kerusuhan di AS antara ras kulit hitam dan kulit putih.

2. Dogma (1999)


Salah satu film kontroversial yang bergenre komedi. Film ini mendapat kecaman karena penggambaran karakter suci agama Katolik dan Kristen yang dijadikan bahan lelucon. Bahkan, ajaran agama sengaja diplesetkan demi mengundang gelak tawa.

Dogma menceritakan Bartleby dan Loki yang dipecat karena tidak ingin menjadi malaikat pencabut nyawa. Setelah diusir dari surga, keduanya memutuskan turun dan menetap di bumi.

Namun, suatu ketika Bartleby dan Loki ingin kembali ke surga. Sayangnya semua usaha yang mereka lakukan selalu saja digagalkan oleh Bethany. Menurut pandangan keilahian, beberapa bagian cerita Dogma kurang pantas ditayangkan. Diluar dari kontroversinya, penonton sebenarnya diajak untuk mempertanyakan lagi keimanannya dan kepercayaan terhadap Allah.

3. The Passion of the Christ (2004)

Film ini mengisahkan tentang jam-jam terakhir dari hidup Yesus Kristus. The Passion of the Christ juga ditayangkan dalam bahasa Latin dan Aram. Menjelang rilis perdananya, film tersebut mengundang kecaman karena adanya adegan kekerasan dan nuansa anti-Semitisme.

Rating penanyangan film hanya sebesar 49%. Dibalik itu semua, sang produser Gibson justru mendulang keuntungan. Ketika ditayangkan pada sepekan awal, The Passion of Christ berhasil memperoleh 83 juta dollar AS. Setelah penayangan di bioskop seluruh dunia selesai, film ini berhasil memperoleh 611 juta dollar AS.

4. Angels and Demons (2009)

Film Angels and Demons menuai kontroversi sejak sekuel ceritanya dirilis. Karakter utama film ini dimainkan oleh Tom Hanks yang menjadi Robert Langdon, simbolog Harvard. Ia bekerjasama dengan ilmuan fisika nuklir demi mencegah serangan teroris di Vatikan dan pembunuhan para Kardinal.

Proses produksi syuting tidak diperkenankan mengambil gambar di Tahta Suci Vatikan. Pasalnya, pihak Vatikan menganggap film tersebut anti-Katolik.  Melansir dari Guardian, pihak Vatikan sempat berkeinginan untuk memboikot produksi film ini.

5. Django Unchained (2012)

Film Django Unchained juga menuai kontroversi melalui kata “N-word” Dimana kata tersebut telah diucapkan lebih dari 100 kali ketika ditayangkan selama 3 jam. Leonardo DiCaprio, dalam film ini memerankan karakter sebagai pemilik budak yang kejam dan rasis.

Adegan kekerasan alur ceritanya juga menguras emosi penonton. Terlebih lagi adegan saat seorang budak diterbunuh dan dimakan hidup-hidup oleh anjing. Namun, Django Unchained justru dihujani penghargaan dan lima nominasi piala Oscar.

6. Noah (2014)

Pembuatan film Noah disebut-sebut terinspirasi dari film Passion of Christ. Tokoh utamanya Noah diperankan oleh Russell Crowe. Cerita Noah diadaptasi dari Kitab Kejadian, dimana ia membuat bahtera raksasa untuk menampung banyak orang.

Sisi kontroversi film lahir karena adanya penafsiran Alkitab dan melibatkan unsur-unsur lingkungan hidup. Khususnya, bagian Alkitab yang menggambarkan Nephilim adalah monster batu raksasa. Dalam film ini sosok Nephilim digambarkan mengalami evolusi.

Kaum atheis juga menanggapi film Noah dengan perkataan ‘film Alkitabiah yang ceritanya sangat tidak Alkitabiah’. Namun, film Noah sukses mendapatkan keuntungan 362 juta dollah AS.

Berlangganan Layanan TV Kabel First Media

Internet Rumah Tercepat Unlimited & TV Kabel HD Terbaik
Website Resmi First Media (www.firstmedia.com)

Keenam film layar lebar kontroversial diatas biasanya ditayangkan ulang pada beberapa channel TV mancanegara. Masih banyak film-film internasional yang sayang jika dilewatkan. Jika Anda ingin menikmatinya dapat langsung berlangganan layanan TV kabel dari First Media.

Terdapat lebih dari 300 channel mancanegara dan lokal yang dapat dipilih. Paket combo First Media juga dibandrol dengan harga terjangkau, mulai dari 250 ribuan Rupiah.  

Paket Combo Family

  • Kecepatan internet 10 Mbps
  • Internet Unlimited
  • 124 Channel

Paket Combo Family Plus

  • Kecepatan internet 20 Mbps
  • Internet Unlimited
  • 130 Channel

Paket Combo D’Lite

  • Kecepatan internet 35 Mbps
  • Internet Unlimited
  • 142 Channel

Paket Combo Elite

  • Kecepatan internet 60 Mbps
  • Internet Unlimited
  • 163 Channel

Paket Combo Supreme

  • Kecepatan internet 100 Mbps
  • Internet Unlimited
  • 178 Channel
  • Wifi Extender

Paket Combo Maxima

  • Kecepatan internet 150 Mbps
  • Internet Unlimited
  • 178 Channel
  • Wifi Extender

Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap dan berlangganan dapat menghubungi marketing First Media.

Mengintip Film Layar Lebar Kontroversial Versi First Media

Navigasi pos